ANALISIS DINAMIKA NILAI TUKAR PETANI DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR: IMPLIKASI TERHADAP KESEJAHTERAAN PETANI DAN KEBIJAKAN PERTANIAN
DOI:
https://doi.org/10.64930/jstar.v5i2.133Kata Kunci:
Nilai Tukar PetaniAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Nusa Tenggara Timur serta implikasinya terhadap kesejahteraan petani dan perumusan kebijakan pertanian. Provinsi Nusa Tenggara Timur, meskipun merupakan wilayah yang berbasis pada sektor pertanian dan memberikan kontribusi sebesar 28,83% terhadap PDRB regional, masih menghadapi tantangan kesejahteraan petani yang ditunjukkan oleh fluktuasi nilai NTP.
Data NTP bulanan dari Januari hingga Agustus 2025 menunjukkan volatilitas dengan nilai berkisar antara 99,08 hingga 101,93, yang sering kali berada di bawah titik impas (100). Kondisi ini menunjukkan bahwa petani mengalami defisit, di mana biaya produksi lebih tinggi dibandingkan pendapatan yang diterima.
Penelitian ini memberikan analisis komprehensif mengenai dinamika NTP per subsektor di Nusa Tenggara Timur, mengidentifikasi variasi spesifik di lima subsektor pertanian (tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, dan perikanan), serta mengusulkan intervensi kebijakan yang terarah berdasarkan bukti empiris dari data terbaru periode Januari–Agustus 2025.
Metode yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder dari Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur. Analisis mencakup perhitungan NTP bulanan, dekomposisi per subsektor, indeks harga yang diterima (IT) dan indeks harga yang dibayar (IB) petani, serta analisis komparatif antar subsektor pertanian selama periode penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa:
-
NTP di Nusa Tenggara Timur mengalami fluktuasi signifikan dengan tren penurunan secara umum dari Januari (101,60) hingga Juli 2025 (99,08), sebelum kembali meningkat pada Agustus (101,93);
-
Subsektor peternakan menunjukkan NTP tertinggi yaitu 107,89, sedangkan subsektor perikanan mencatat nilai terendah yaitu 93,44;
-
Volatilitas NTP terutama disebabkan oleh kenaikan indeks harga yang dibayar petani yang lebih cepat dibandingkan dengan kenaikan indeks harga yang diterima, sehingga menekan margin pendapatan petani;
-
Empat subsektor—tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan perikanan—secara konsisten mencatat nilai NTP di bawah 100, menunjukkan adanya tantangan kesejahteraan petani;
-
Terjadinya deflasi perdesaan sebesar -0,35% pada Juni 2025 berpengaruh signifikan terhadap daya beli petani.
Unduhan
Referensi
Aulia, S. S., & Santiuli, L. C. (2021). Faktor-faktor yang memengaruhi Nilai Tukar Petani (NTP) di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Aseanomics, 6(1), 29-43. https://doi.org/10.33476/j.e.b.a.v6i1.1925
BPS NTT. (2025a). Tren Perkembangan Nilai Tukar Petani Tahun 2025. https://ntt.bps.go.id/id
BPS NTT. (2025b). Tren Nilai Tukar Petani dan Inflasi Perdesaan NTT Tahun 2024-2025. https://ntt.bps.go.id/id
BPS NTT. (2025c). Nilai Tukar Petani Tiap Subsektor. https://ntt.bps.go.id/id
Hablinawati, L., Wilandari, Y., & Safitri, D. (2024). Peramalan Nilai Tukar Petani di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan metode ARIMA. Jurnal Gaussian, 13(1), 156-165. https://doi.org/10.20885/esds.vol2.iss.1.art9
Hamjaya, R. G., Rukmana, D., & Lumoindong, Y. (2022). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Tukar Petani Tanaman Hortikultura Di Sulawesi Selatan. Agricore: Jurnal Agribisnis Dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad, 7(1), 36-46. https://doi.org/10.24198/agricore.v7i1.39467
Juliansyah, E. (2024). Agribusiness transformation through Farmers' Terms of Trade analysis: A case study of agricultural subsectors in West Nusa Tenggara 2019-2024. Aletheia: Jurnal Pengembangan Humaniora, Sains dan Teknologi, 1(2), 93-104. https://doi.org/10.63892/aletheia.1.2024.93-104
Keumala, C. M., & Zainuddin, Z. (2018). Indikator kesejahteraan petani melalui Nilai Tukar Petani (NTP) dan Pembiayaan Syariah sebagai Solusi. Economica: Jurnal Ekonomi Islam, 9(1), 129-149. https://doi.org/10.21580/economica.2018.9.1.2108
Koylal, J. A., Kuang, S. M., & Abineno, J. C. (2023). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Tukar Petani Sektor Tanaman Pangan Di Nusa Tenggara Timur. Partner, 28(1), 17-30. http://dx.doi.org/10.35726/jp.v28i1.1674
Suri, O. T., Olviana, T., Chamdra, S., Nendissa, D. R., & Mahendra, B. (2024). Changes in strategic Foods and Farmers' Terms of Trade that are Causally Related. Anjoro: International Journal of Agriculture and Business, 5(2), 98-108. https://doi.org/10.63892/aletheia.1.2024.93-104
Nirmala, A. R., Hanani, N., & Muhaimin, A. W. (2016). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi Nilai Tukar Petani tanaman pangan di Kabupaten Jombang. Habitat, 27(2), 66-71. https://doi.org/10.21776/ub.habitat.2016.027.2.8
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. (2024). Laporan Triwulan I Pengendalian Inflasi Provinsi NTT. Tim Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi NTT. https://ppidutama.nttprov.go.id/front/dokumen/detail/300355780
Triwidia, E., Nuraini, I., Boedirochminarni, A., & Firmansyah, M. (2024). Analisis Pengaruh Produktivitas Padi, Indeks Harga yang Dibayar Petani dan Produksi Padi Terhadap Kesejahteraan Petani di Indonesia”. JSHP: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan, 8(2), 213-223. https://doi.org/10.32487/jshp.v8i2.2086
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Statistika Terapan (ISSN 2807-6214)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


