PENGARUH PEREMPUAN DALAM MENGENTASKAN KEMISKINAN: ANALISIS REGRESI PANEL WILAYAH PARIWISATA DAN NONPARIWISATA DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR, 2017-2024
DOI:
https://doi.org/10.64930/jstar.v6i1.156Kata Kunci:
Nusa Tenggara Timur, Regresi Data Panel, Kemiskinan, Pariwisata, PerempuanAbstrak
Introduction: Nusa Tenggara Timur (NTT) secara konsisten menjadi salah satu provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Indonesia. Kondisi ini diperburuk oleh kegagalan pencapaian target pengentasan kemiskinan hingga tahun 2024, meskipun wilayah tersebut memiliki potensi pariwisata yang sangat besar. Fenomena kemiskinan di wilayah ini juga memiliki keterkaitan erat dengan tingkat partisipasi ekonomi perempuan. Background Problem: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perempuan terhadap tingkat kemiskinan, serta membandingkan dampaknya antara kawasan pariwisata dan non-pariwisata di NTT. Novelty: Meskipun kajian mengenai kemiskinan telah banyak dilakukan, studi yang secara khusus membandingkan peran perempuan dengan mengklasifikasikan wilayah berbasis pariwisata dan non-pariwisata di NTT masih sangat terbatas. Research Method: Studi ini menggunakan analisis regresi data panel yang mencakup 22 kabupaten/kota selama periode 2017–2024. Model pengujian dalam penelitian ini dibagi ke dalam dua kategori pengamatan, yaitu wilayah pariwisata dan non-pariwisata. Finding/Results: Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan angka harapan hidup, pengeluaran, dan tingkat melek huruf perempuan secara signifikan mampu menurunkan angka kemiskinan di wilayah pariwisata. Sebaliknya, pada kawasan non-pariwisata, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) dan melek huruf perempuan merupakan faktor penentu utama, sedangkan angka harapan hidup tidak memberikan pengaruh yang signifikan. Di sisi lain, persentase perempuan usia produktif terbukti tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap tingkat kemiskinan di kedua klasifikasi wilayah tersebut.
Unduhan
Referensi
[1] Adnan, G., & Amri, K. (2020). Apakah Pendapatan Perempuan Dapat Mengurangi Kemiskinan? Bukti Data Panel di Indonesia. Inovbiz: Jurnal Inovasi Bisnis, 8, 64. https://doi.org/10.35314/inovbiz.v8i1.1235
[2] Alarcón, D. M., & Cole, S. (2019). No sustainability for tourism without gender equality. Journal of Sustainable Tourism, 27(7), 903–919. https://doi.org/10.1080/09669582.2019.1588283
[3] Anser, M. K., Tufail, S., Bukhari, M., & Alvi, S. (2024). Socioeconomic Impact of Demographic Change: Do Dividends Exist and are they Gendered? Polish Sociological Review, 227(3), 249–267. https://doi.org/10.26412/psr227.03
[4] Baltagi, B. H. (2005). Econometric Analysis of Panel Data. John Wiley & Sons, Ltd.
[5] Barro, R. J., Caselli, F., & Lee, J. W. (2013). Symposium on human capital and economic development: An introduction. Journal of Development Economics, 104, 181–183. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.jdeveco.2013.05.003
[6] Bentian, B. (2015). Peranan Perempuan Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Taraf Hidup Keluarga di Desa Kalawat Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara. Jurnal Administrasi Publik, 2(30 SE-artikel). https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/JAP/article/view/8019
[7] BPS. (2023). Statistik Kesejahteraan Rakyat 2023.
[8] BPS. (2024). Persentase Penduduk Miskin (P0) Menurut Kabupaten/Kota (Persen). Badan Pusat Statistik. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NjIxIzI=/persentase-penduduk-miskin-p0-menurut-kabupaten-kota.html
[9] BPS Provinsi NTT. (2025). Statistik Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur 2024. BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur.
[10] Croissant, Y., & Millo, G. (2008). Panel Data Econometrics in R: The plm Package. Journal of Statistical Software, 27(2 SE-Articles), 1–43. https://doi.org/10.18637/jss.v027.i02
[11] Dores, E., & Koto, J. (2014). Pengaruh Angka Melek Huruf dan Angka Harapan Hidup terhadap Jumlah Penduduk Miskin di Propinsi Sumatera Barat. Economica: Jurnal Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat, 2(2). https://doi.org/10.22202/economica.2014.v2.i2.225
[12] Ferguson, L. (2011). Promoting gender equality and empowering women? Tourism and the third Millennium Development Goal. Current Issues in Tourism, 14(3), 235–249. https://doi.org/10.1080/13683500.2011.555522
[13] Fikri, R., & Suparyati, A. (2017). Pengaruh Pendidikan, Kesehatan dan Gender Terhadap Tingkat Kemiskinan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Media Ekonomi, 25, 43. https://doi.org/10.25105/me.v25i1.5203
[14] Finkayana, I. P. A., & Urmila Dewi, M. H. (2016). Analisis Pertumbuhan Ekonomi dan Indikator Komposit IPM Terhadap Jumlah Penduduk Miskin di Provinsi Bali Tahun 2004 – 2013. E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana, Vol. 5, No. 7, Juli 2016 (pp. 729-947). https://ojs.unud.ac.id/index.php/eep/article/view/22752/15014
[15] Foster, J., Greer, J., & Thorbecke, E. (1984). A Class of Decomposable Poverty Measures. Econometrica, 52(3), 761–766. https://doi.org/10.2307/1913475
[16] Ginting, A. L. (2020). Dampak Angka Harapan Hidup dan Kesempatan Kerja Terhadap Kemiskinan. EcceS : Economics Social and Development Studies, 7, 42–61. https://doi.org/10.24252/ecc.v7i1.13197
[17] Greene. (2012). Econometric Analysis Seventh Edition. Pearson.
[18] Gujarati, D., & Porter, D. (2008). Basic Econometrics (Anne E Hilbert (ed.); Fifth Edit). McGraw-Hill/Irwin.
[19] Haughton, J., & Khandker, S. (2009). Handbook on Poverty and Inequality.
[20] Kurniasih, C. E., Tampubolon, D., & Ula, T. (2022). Analisis Pengaruh Indikator Pasar Tenaga Kerja Perempuan Terhadap Kemiskinan Antar Kabupaten/Kota di Provinsi Riau. In National Multidisciplinary Sciences (Vol. 1, Issues 4 SE-Articles, pp. 572–584). https://doi.org/10.32528/nms.v1i4.109
[21] Marizka, R., Nurrizalia, M., Wati, E. R. K., Fadsyah, N. A., Sari, L. P., & Lusiyani, L. (2024). Peran Perempuan dalam Pengembangan Desa Wisata Guna Mengatasi Kesenjangan Gender di Sektor Wisata. Jurnal Pendidikan Non Formal, 1(3 SE-Articles), 9. https://doi.org/10.47134/jpn.v1i3.358
[22] Mason, A., Lee, R., & Jiang, J. X. (2016). Demographic Dividends, Human Capital, and Saving. Journal of the Economics of Ageing, 7, 106–122. https://doi.org/10.1016/j.jeoa.2016.02.004
[23] McCall, C., & Mearns, K. (2021). Empowering Women Through Community-Based Tourism in the Western Cape, South Africa. Tourism Review International, 25. https://doi.org/10.3727/154427221X16098837279967
[24] Mohd Razali, N., & Yap, B. (2011). Power Comparisons of Shapiro-Wilk, Kolmogorov-Smirnov, Lilliefors and Anderson-Darling Tests. J. Stat. Model. Analytics, 2(1), 21–33.
[25] Moscardo, G., & Murphy, L. (2014). There is No Such Thing as Sustainable Tourism: Re-Conceptualizing Tourism as a Tool for Sustainability. Sustainability, MDPI, 6(5), 1–24. https://doi.org/10.3390/su6052538
[26] Owusu, J., Akanbasiam, A., & Anyesepari, A. (2013). Microfinance Schemes and Poverty Reduction among Women in the Northern Region of Ghana. International Journal of Humanities and Social Science, 3(19), 99–108. www.ijhssnet.com
[27] Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. (2015). Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2015-2025.
[28] Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. (2019). Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur Nomor 4 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2018-2023.
[29] Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. (2025). Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur Nomor 6 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2025-2029.
[30] Prasetya, G. M., & Sumanto, A. (2022). Pengaruh tingkat pengangguran dan tenaga kerja terhadap kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi. KINERJA: Jurnal Ekonomi Dan Manajemen, 19(2), 467–477.
[31] Prawoto, N. (2009). Memahami kemiskinan dan strategi penanggulangannya. Jurnal Ekonomi Dan Studi Pembangunan, 9(April), 56–68. https://media.neliti.com/media/publications/30659-ID-memahami-%0Akemiskinan-dan-strategi-penanggulangannya.pdf
[32] Scheyvens, R. (2010). Promoting Women’s Empowerment Through Involvement in Ecotourism: Experiences from the Third World. Journal of Sustainable Tourism, May 1, 232–249. https://doi.org/10.1080/09669580008667360
[33] Stonich, S. C., Sorensen, J. H., & Hundt, A. (1995). Ethnicity, class, and gender in tourism development: The case of the Bay Islands, Honduras. Journal of Sustainable Tourism, 3(1), 1–28. https://doi.org/10.1080/09669589509510705
[34] Suharianto, J., & Lubis, H. (2022). Pengaruh Pengangguran dan Inflasi Terhadap Jumlah Penduduk Miskin di Provinsi Sumatera Utara. Niagawan, 11(2), 168. https://doi.org/10.24114/niaga.v11i2.35113
[35] Sumaw, F., & Aisyah, S. (2023). The Effect of the Women’s Human Development Index on the Poverty Level: The Case of the Province of Bali (pp. 870–879). https://doi.org/10.2991/978-94-6463-204-0_72
[36] Supraja, M., & Asdi Artosa, O. (2023). Kemiskinan Pekerja Perempuan dan Sektor Informal di Sarkem. Jurnal Masyarakat Dan Desa, 3(1 SE-Articles), 19–40. https://doi.org/10.47431/jmd.v3i1.311
[37] Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2015). Economic Development.Truong, V. D., Hall, C. M., & Garry, T. (2014). Tourism and poverty alleviation: perceptions and experiences of poor people in Sapa, Vietnam. Journal of Sustainable Tourism, 22(7), 1071–1089. https://doi.org/10.1080/09669582.2013.871019
[38] Tucker, H., & Boonabaana, B. (2012). A critical analysis of tourism, gender and poverty reduction. Journal of Sustainable Tourism, 20(3), 437–455. https://doi.org/10.1080/09669582.2011.622769
[39] United Nations. (2018). Transforming our world: the 2030 agenda for sustainable development. United Nations Publications.
[40] Widarjono, A. (2018). Ekonometrika Pengantar dan Aplikasinya Disertai Panduan E-views (Edisi Keli). UPP STIM YKPN.
[41] Widiastini, N. M. A., Karta, N. L. P. A., Arsa, I. K. S., & Wau, R. S. (2026). Maximizing Community-Based Tourism for the Economic Empowerment of Rural Women. International Journal of Glocal Tourism, 6(4 SE-), 303–319. https://ejournal.sidyanusa.org/index.php/injogt/article/view/1069
[42] World Bank. (2010). Laporan Ketenagakerjaan di Indonesia Menuju terciptanya pekerjaan yang lebih baik dan jaminan perlindungan bagi para pekerja. worldbank.org
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Statistika Terapan (JSTAR)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




