PENGARUH UPAH DAN KEMAHALAN KONSTRUKSI TERHADAP PENGELUARAN PER KAPITA DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2019-2024
DOI:
https://doi.org/10.64930/jstar.v6i1.159Kata Kunci:
Upah, Indeks Kemahalan Konstruksi, Pengeluaran per Kapita, Regresi Data PanelAbstrak
Pendahuluan/Tujuan Utama: Kesejahteraan rumah tangga umumnya diukur melalui pengeluaran per kapita yang mencerminkan kapasitas konsumsi. Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kondisi kesejahteraan ditandai oleh rendahnya pengeluaran per kapita dan tingkat upah, yang disertai dengan tingkat biaya regional yang relatif rendah sebagaimana tercermin dari Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK)—yang digunakan sebagai indikator proksi untuk menangkap disparitas harga antarwilayah.
Latar Belakang Masalah: Secara teoritis, kondisi tersebut seharusnya memberikan ruang bagi daya beli yang lebih tinggi; namun, bukti empiris masih diperlukan untuk mengonfirmasi hubungan ini.
Kebaruan (Novelty): Penelitian ini menyajikan studi terbaru mengenai pengaruh upah dan Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) terhadap pengeluaran per kapita di NTT.
Metode Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh upah dan IKK terhadap pengeluaran per kapita di 22 kabupaten/kota di NTT selama periode 2019–2024. Studi ini menggunakan data panel yang diperoleh dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik (BPS). Analisis dilakukan menggunakan Fixed Effect Model (FEM) yang diestimasi dengan Feasible Generalized Least Squares (FGLS).
Temuan/Hasil Penelitian: Menunjukkan bahwa upah berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap pengeluaran per kapita pada tingkat signifikansi 5 persen, tetapi signifikan secara statistik pada tingkat 10 persen. Sementara itu, IKK memiliki pengaruh negatif dan signifikan pada tingkat signifikansi 5 persen. Temuan ini mengindikasikan bahwa perbaikan pendapatan meningkatkan konsumsi, sedangkan kondisi biaya regional tetap menjadi kendala bagi kesejahteraan rumah tangga.
Unduhan
Referensi
[1] Badan Pusat Statistik. (2025). Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Indonesia Maret 2025.
[2] Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Timur. (2025a). Indeks Kemahalan Konstruksi Provinsi Nusa Tenggara Timur 2025.
[3] Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Timur. (2025b). Indikator Kesejahteraan Rakyat Provinsi Nusa Tenggara Timur 2025.
[4] Badan Pusat Statistik Kabupaten Kupang. (2025). Kota Kupang Dalam Angka 2025.
[5] Badan Pusat Statistik Kabupaten Malaka. (2025). Kabupaten Malaka Dalam Angka 2025.
[6] Baltagi, B. H. (2005). Econometric Analysis of Panel Data (third). John Wiley & Sons, Ltd.
[7] Deaton, A. (2018). The Analysis of Household Surveys A Microeconometric Approach to Development Policy Reissue Edition with a New Preface (Reissue). world bank group. https://doi.org/10.1596/978-1-4648-1331-3
[8] Greene, W. H. . (2012). Econometric analysis. Prentice Hall.
[9] Gujarati, D. N. (2004). Basic Econometrics (Fourth). The McGraw-Hill.
[10] Hidayat, S. A., Prodi, R. H., Pembangunan, E., Ekonomi, F., & Bisnis, D. (2024). Pengaruh Inflasi, Upah Minimum dan Jumlah Penerima BLT terhadap Pengeluaran Konsumsi Perkapita di 7 Kota Jawa Barat Tahun 2018-2022. Economics Studies. https://doi.org/10.29313/bcses.v4i1.ID.10925
[11] Iskar, Muh., Rahim, M., & Saranani, F. (2024). Pengaruh Pendapatan Perkapita dan Upah MinimumTerhadap Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga Kota Kendari. Jurnal Progres Ekonomi Pembangunan (JPEP).
[12] Iswahyudi, A. N., & Imaningsih, N. (2025). Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Rasio Ketergantungan, dan Indeks Kemahalan Konstruksi Terhadap Kemiskinan di Kabupaten Tambrauw. Jambura Economic Education. https://doi.org/https://doi.org/10.37479/jeej.v7i1.25746
[13] Saputri, N. V. A., & Imaningsih, N. (2025). Analisis Pengaruh Inflasi, Upah Minimum, Dan Tingkat Kemiskinan Terhadap Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga Di Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Ekuilnomi, 7(3), 822–832. https://doi.org/10.36985/7zj4g892
[14] Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2012). Economic Development (11th ed.). Pearson Education.
[15] Widiputera, F., Rahayu, W., & Suryadi, S. (2024). Evaluating Education Cost Indices in Indonesia: A Comparative Analysis of Construction Cost Index and Purchasing Power Parity Using Empirical Methods. International Conference on Education Innovation and Social Science.
[16] World Bank. (2005). Introduction To Poverty Analysis.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Statistika Terapan (JSTAR)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




