Karakteristik Wanita Dengan Berat Bayi Lahir Rendah Di Nusa Tenggara Timur
Kata Kunci:
LBW, NTT, birthweight, HealthAbstrak
Dalam setengah abad terakhir, Indonesia telah mengalami penurunan angka kematian bayi yang cukup besar. Setelah pemeriksaan lebih dekat distribusi kematian bayi, penurunan yang signifikan terjadi pada periode pascakelahiran dan hanya berkurang secara halus pada fase neonatal. Penyebab utama kematian pada neonatus adalah berat badan lahir rendah (BBLR), yaitu berat lahir bayi di bawah 2.500 gram. NTT termasuk provinsi unggulan di Indonesia dengan persentase BBLR tertinggi. Penelitian ini mengkaji determinan kejadian BBLR di NTT dengan menggunakan data Susenas Maret 2022. Sebanyak 1.793 ukuran sampel dianalisis melalui dua tahap analisis data: (1) secara deskriptif melalui tabulasi silang sederhana, chi-kuadrat, dan uji-t; dan (2) regresi logistik biner berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tempat tinggal, pulau, pendidikan, status ekonomi, dan usia ibu merupakan prediktor BBLR yang signifikan secara statistik di NTT. Secara keseluruhan, wanita yang tinggal di pedesaan memiliki peluang lebih tinggi untuk memiliki bayi BBLR dibandingkan di perkotaan. Dibandingkan pulau Sumba dan Flores, jumlah kasus BBLR terbanyak ditemukan di pulau Tirosa. Semakin tinggi tingkat pendidikan seorang wanita, semakin tinggi pula kejadian BBLR. Sementara itu, semakin tinggi status ekonomi ibu, semakin rendah kemungkinan melahirkan bayi ringan. Dilihat dari umur, hubungan antara umur wanita dengan kejadian BBLR menggambarkan pola berbentuk U dimana probabilitas BBLR tertinggi terdapat pada wanita dibawah 20 tahun dan diatas 40 tahun.
Unduhan
Referensi
BKKBN, BPS, Kementerian Kesehatan dan USAID (2018). Survei Demografi Kesehatan Indonesia 2017. Jakarta, Indonesia: BKKBN, BPS, Kemenkes, and USAID. http://dhsprogram.com/pubs/pdf/FR342/FR342.pdf
BPS Provinsi NTT (2023). Hasil Long Form Sensus Penduduk 2020 Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kupang, NTT: BPS Provinsi NTT. https://ntt.bps.go.id/pressrelease/2023/01/30/1160/hasil-long-form-sensus-penduduk-2020-provinsi-nusa-tenggara-timur.html
BPS Provinsi NTT (2023). Provinsi Nusa Tenggara Timur Dalam Angka 2023. Kupang, NTT: BPS Provinsi NTT. https://ntt.bps.go.id/publication/2023/02/28/b42d42d6480b55670ba67964/provinsi-nusa-tenggara-timur-dalam-angka-2023.html
BPS (2022). Profil Kesehatan Ibu dan Anak 2022. Jakarta, Indonesia: BPS. https://bps.go.id/publication/2022/12/23/54f24c0520b257b3def481be/profil-kesehatan-ibu-dan-anak-2022.html
BPS (2022). Statistik Pendidikan 2022. Jakarta, Indonesia: BPS. https://bps.go.id/publication/2022/11/25/a80bdf8c85bc28a4e6566661/statistik-pendidikan-2022.html
Gribble, J. N. (1993). Birth intervals, gestational age, and low birth weight: Are the relationships confounded?. Population Studies, 47(1), pp. 133–146. doi: 10.1080/0032472031000146776.
Jap, Jeffrey. (2019). Kolaborasi Interprofesi Dalam Anc Terpadu untuk Mencegah Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Kota Kupang Provinsi NTT. (Disertasi thesis, Universitas Airlangga). https://repository.unair.ac.id/87156
Kementerian Kesehatan (2022). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2021. Jakarta, Indonesia: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://www.kemkes.go.id/downloads/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/Profil-Kesehatan-2021.pdf
Kementerian Kesehatan (2018). Laporan Nasional Riskesdas 2018. Jakarta, Indonesia: Kementerian Kesehatan RI Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. https://dinkes.babelprov.go.id/sites/default/files/dokumen/bank_data/20181228%20-%20Laporan%20Riskesdas%202018%20Nasional-1.pdf
Kusrini, I., Supadmi, S., Mulyantoro, D., & Laksono, A. (2021). Demographic characteristics of mother as predictor of low birth weight in eastern Indonesia. Systematic Reviews in Pharmacy, 12(1), pp. 1514–1518. doi: 10.31838/srp.2021.1.213.
Mayasari, E., Balebu, G. P. P., Hasanah, L., Wulandari, R., & Nooraeni, R. (2020). Analisis Determinan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2017. Jurnal BECOSS, 2(2), 233-239. https://journal.binus.ac.id/index.php/BECOSS/article/view/6413/3832
Nadiyah, Briawan, D., & Martianto, D. (2014). Faktor risiko stunting pada anak usia 0-23 bulan di provinsi Bali, Jawa Barat dan Nusa Tenggara Timur. Jurnal Gizi dan Pangan, 9(2), 125-132. https://doi.org/10.25182/jgp.2014.9.2.%25p
Paulus, A. Y. (2019). Pengaruh faktor ibu dan budaya kerja berat saat hamil terhadap kejadian BBLR di kota Kupang. CHMK Midwifery Scientific Journal, 2(1), 16-21. https://media.neliti.com/media/publications/316369-the-effect-of-maternal-factors-and-hard-48d91934.pdf
Restrepo-Méndez, M. C., Lawlor, D. A., Horta, B. L., Matijasevich, A., Santos, I. S., Menezes, A. M., Barros, F. C., & Victora, C. G. (2015). The association of maternal age with birthweight and gestational age: a cross-cohort comparison. Paediatric and perinatal epidemiology, 29(1), 31–40. https://doi.org/10.1111/ppe.12162
Rosha, B. Ch., Putri, I. S., & Amaliah, N. (2012). Analisis Determinan Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) Pada Anak Usia 0-59 Bulan Di Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah Dan Papua. Jurnal Ekologi Kesehatan, vol. 11, no. 2, Jun. 2012, pp. 123-135. https://media.neliti.com/media/publications-test/83088-analisis-determinan-berat-bayi-lahir-ren-11945f36.pdf
Sebayang, S. K., Dibley, M. J., Kelly, P. J., Shankar, A. V., Shankar, A. H., & SUMMIT Study Group (2012). Determinants of low birthweight, small-for-gestational-age and preterm birth in Lombok, Indonesia: Analyses of the birthweight cohort of the SUMMIT trial. Tropical Medicine and International Health, 17(8), pp. 938–950. doi: 10.1111/j.1365-3156.2012.03039.x.
Sohibien, G. P. D., & Yuhan, R. J. (2019). Determinan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Indonesia. Jurnal Aplikasi Statistika & Komputasi Statistik, 11(1), 1–14. https://doi.org/10.34123/jurnalasks.v11i1.182
UN IGME (2023). Neonatal mortality rate. UN IGME. https://childmortality.org/data/Indonesia
Zhu, B.-P. (2005). Effect of interpregnancy interval on birth outcomes: Findings from three recent US studies. International Journal of Gynecology and Obstetrics, 89(S1):S25-S33. doi: 10.1016/j.ijgo.2004.08.002.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Jurnal Statistika Terapan (ISSN 2807-6214)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




